Pertanian Permaculture

Teknik pertanian monokultur telah dihadapkan pada permasalahan kerusakan lingkungan akibat pemakaian pestisida dan penurunan keanekaragaman spesies. Isu ini telah menjadi perbincangan global. Kebijakan-kebijakan pun telah dirancang sebagai upaya meminimalisir dampak lingkungan yang akan tejadi.

Pengembangan sistem pertanian permaculture menjadi salah satu langkah solutif yang bisa diambil. Permaculture merupakan singkatan dari permanent agriculture, artinya pertanian dengan tatanan kehidupan yang lestari, terus menerus dan permanen. Sistem pertanian in sebenarnya mencoba membangun keselarasan dengan alam tanpa menimbulkan kerusakan yang berlebih.

Permaculture merupakan suatu pengetahuan dan kesadaran dalam penataan serta pemeliharaan terhadap sebuah ekosistem pertanian produktif yang didalamnya terdapat keberagaman, daya tahan dan stabilitas.

Menurut pemikiran Bill Millson tentang permaculture yaitu “Bekerjalah dengan alam, bukan melawannya”

Peran manusia dalam kehidupannya adalah sebagai desainer yang memiliki tanggung jawab terhadap masa depan dan bumi ini. Oleh karena itu, prinsip utamanya adalah bertanggung jawab akan eksistensi manusia Dan keturunannya, termasuk menjaga keberlangsungan makhluk hidup lainnya.

Konsep permaculture serupa dengan konsep pertanian terpadu dan pertanian organik, namun dalam permaculture lebih mengedepankan desain, perencanaan pertanian dan integrasinya dengan implementasi berupa praktek pertanian.

Tujuan dari permaculture adalah menciptakan pertanian permanen yang dapat meningkatkan natural capital dengan modal pertanian yaitu alam sebagai media produksi pertanian melalui sistem pertanian yang ramah Lingkungan dan dapat berkelanjutan untuk generasi masa depan.

Bahkan dalam sistem pertanian permaculture terdapat aspek etika budidaya pertanian yang menjadi satu hal yang sangat penting. Etika budaya ini diterapkan untuk menjadi pedoman dalam setiap kegiatan budidaya yang dilakukan. Etika permakultur yaitu peduli pada Bumi, peduli pada manusia, dan berbagi dengan adil.

1: Peduli Bumi

Apabila kita sehat, maka seharusnya bumi kita juga sehat begitu pun sebaliknya. Merawat hutan, saluran air, dan keragaman bentuk kehidupan di planet kita yang luar biasa, sangat bermanfaat bagi kita secara langsung.

2: Peduli Manusia

Peduli manusia dimulai dari diri kita sendiri dan berkembang hingga mencakup keluarga, tetangga, dan komunitas yang lebih luas. Tantangannya adalah untuk tumbuh melalui kemandirian dan tanggung jawab pribadi.

3: Berbagi dengan Adil

Saat kita merawat Bumi, alam merespons dengan kelimpahan, yaitu lebih banyak keanekaragaman hayati, lebih banyak tumbuhan, lebih banyak hewan, air lebih sehat, udara lebih sehat, dan sebagainya.

Kita dapat menginvestasikan kembali aliran yang berguna seperti air hujan atau kompos kembali ke sistem untuk menciptakan ekosistem yang dapat mempertahankan dirinya sendiri yang membutuhkan lebih sedikit masukan dari sumber di luar lokasi.

 

Ajeng Marsela Pratiwi

Aktivis Lingkungan

 

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *