Riverside Camp?
Jika disederhanakan pemberdayaan masyarakat secara teknis membangun 3 hal; gotong royong, ruang kreatif dan media digital. Kuliah kerja lapangan (KKL) Ekonomi Syariah IAIN Metro angkatan 2020 ada yang berbeda, yaitu membuat destinasi ruang edukasi camp yang bernuansa pinggir kali. Mayoritas orang di Indonesia, banyak yang tidak peduli dengan bantaran sungai, di negara-negara maju sungai ini dilihat, dipandang dan dihadapi dengan berani. Tidak membelakangi dan tidak pengecut membuang sampah di dalamnya. Jadi jangan heran di negara maju air sungai jernih, tidak ada sampah dan tentu indah dipandang mata.
Berbeda dengan sungai di sekitar kita, orang membuang sampah tanpa berdosa, air berwarna coklat entah bagaimana proses hulu jernih sampai hilir kotor. Pemberdayaan harus memberi kesadaran untuk peduli dan membangun pengetahuan secara kolektif.
Esy angkatan 2020 punya mimpi memiliki ruang kreatif sendiri jika ingin belajar bersama. Ruang belajar, aula atau mushola ruang diskusi, toilet, listrik, kedai, camping, laboraturium Lebah, spot selfie, hammock, dan fasilitas lainnya yang dimiliki secara kolektif. Kesadaran pemberdayaan ini juga akan mengedukasi masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan. Riverside Camp adalah destinasi kreatif ini juga harus memberi contoh penolakan terhadap plastik. Kursi dari kayu atau bambu, tulisan kayu yang tidak dipaku di pohon, makan dan minum tidak berbahan wadah plastik.
Kita juga sudah membuat website riversidecamp.payungi.org subdomain gratis yang diberikan Payungi untuk kawan-kawan bisa berlomba menulis gagasan menarik mengembangkan ruang kreatif ini. Selain website tentu wajib dikabarkan konsisten dalam Instagram, fanpage dan YouTube. Program studi ekonomi syariah IAIN Metro harus terdepan dalam pengabdian masyarakat, disanalah pengetahuan bukan hanya diajarkan, tapi dipraktikan.





