Kebanyakan orang mengetahui bahwa sampah dibagi menjadi dua jenis yaitu sampah organik dan anorganik namun faktanya terdapat terdapat jenis sampah lagi yaitu sampah limbah B3.
Sampah organik adalah sampah yang dapat terurai kembali, contohnya daun, kotoran hewan dan sebagainya. Sampah anorganik adalah adalah sampah yang sulit terurai salah satuya seperti styrofom, plastik dan lain lain.
Sedangkan sampah limbah B3 merupakan sisa yang dihasilkan dari kegiatan produksi baik skala rumah tangga, industri, pertambangan yang mana sampah ini dapat mencermari lingkungan serta membahayakan kesehatan dan kelangsungan hidup. Contohnya pembasmi serangga, deterjen, oli bekas dan semacamnya.
Di era globalisasi saat ini permasalahn lingkungan dan sampah plastik adalah suatu pemasalah yang cukup serius bagi Indonesia. Data statistik menyebutkan bahwa Indonesia saat ini menghasilkan sampah plastik 5.4 juta ton pertahun. Data ini terus bertambah selaras dengan bertambahnya jumlah penduduk indonesia.
Permasalahn sampah platik ini tidak hanya menjadi tanggung jawab bagi pemerintah saja, Namun bagi masyarakat dan generasi milenial juga dituntut untuk lebih sadar serta peduli terhadap lingkungan sekitar. Kaum milenial saat ini sangat dibutuhkan dalam mengelola sampah yaa kaum milenial harus menjadi pionir dalam mengurangi sampah plastik.
Namun saat ini kaum milenial tengah disibukkan juga dengan teknologi yang semakin berkembang pesat contohnya adalah gadget yang hampir tiap jam di genggam oleh anak milenial sehingga menyebabkan anak milenial memiliki sifat individualistis dan menjadi acuh terhadap lingkungan sekitar.
Saat ini sedang ada sekelompok anak milenial yang menjadi pelopor serta tengah menjadi perbincangan yang dikenal sebagai “Pandawaragraoup”. Anak milenial yang menjadi perhatian publik ini bukan hanya melakukan konten joget joget tidak jelas di tiktok namun milenial ini melakukan hal positif dalam membantu mengurangi sampah sampah plastik yang dibuang di sungai atau ledeng. Terbukti konten “Pandawaragroup” dapat meracuni pikiran anak milenial sehingga mengikuti jejak konten mereka.
Ganteng atau cantik saja tidak cukup kalau masih acuh terhadap lingkungan sekitar. Jadi pastikan kamu generasi milenial yang ikut dalam menjaga serta melestarikan lingkungan sekitar ya!! Mari menjadi Milenial perangi sampah plastik.
Neneng Dwi Parwati (@diparr__)
Aktivis lLingkungan



